Khamis, 26 March 2020 | 5:58pm
Gambar oleh Istana Presiden menunjukkan Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) menghadiri pemakaman ibunya di Solo, Jawa Tengah. - Foto AFP
Gambar oleh Istana Presiden menunjukkan Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) menghadiri pemakaman ibunya di Solo, Jawa Tengah. - Foto AFP

Ibu Presiden Indonesia disemadikan

JAKARTA: Pemakaman jenazah ibu kepada Presiden Indonesia, berlangsung penuh duka, ketika dunia dan Indonesia menghadapi pandemik virus COVID-19, yang kini membataskan sebarang perhimpunan atau majlis yang dihadiri ramai orang, bagi mengekang penularan virus itu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memohon rakyat Indonesia memanjatkan doa mereka dari rumah, sebagai penghormatan terakhir kepada Allahyarham ibunya Sudjiatmi Notomihardjo, yang disemadikan di Pemakaman Keluarga Mundu, di Surakarta, Jawa Tengah, kira-kira 1.30 petang waktu Indonesia barat.

Rakyat Indonesia, tokoh pemimpin, tokoh korporat dan semua lapisan masyarakat menjadikan platform media sosial bagi menzahirkan ucapan takziah mereka, atas kehilangan besar Presiden Indonesia itu.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia Mahfud MD, dalam satu kenyataan berkata, Jokowi telah meminta barisan menteri kabinetnya supaya tidak menghadiri upacara pengkebumian itu, dan meminta masyarakat turut tidak berbuat demikian.

Twitter rasmi Presiden Indonesia @jokowi, turut dibanjiri ucapan takziah daripada netizen, dalam ciapan berkenaan pemergian ibunya sejak semalam.

Jenazah ibu Jokowi disolatkan di Masjid Baitul Rahman, yang terletak berdekatan rumah Allahyarham, sebelum dibawa ke tempat pengkebumian, yang terletak kira-kira 8 kilometer.

Majlis pengkebumian itu juga dihadkan jumlah kehadiran yang dihadiri Jokowi, keluarga terdekat dan petugas protokol dan keselamatan, dengan semua mereka disembur pembasmi kuman dan memakai penutup mulut dan hidung, selain mengikuti langkah-langkah tertentu seperti jarakan sosial.

Allahyarham meninggal dunia di Rumah Sakit (hospital) Slamet Riyad, Surakarta pada usia 77 tahun, jam 4.45 petang semalam waktu Indonesia Barat, akibat kanser yang dideritainya sejak empat tahun lalu.

Pemerintah Indonesia telah melaksanakan beberapa langkah membataskan dan kawalan pergerakan, antaranya melarang perhimpunan berskala besar, menutup sesi persekolahan, tempat-tempat ibadat, pusat hiburan, menekankan aspek jarakan sosial dan pelaksanaan sepenuhnya konsep bekerja dari rumah di sektor-sektor yang tidak kritikal, bagi membendung penularan COVID-19, yang sehingga semalam telah mengorbankan 58 nyawa. - BERNAMA

  • Lagi berita mengenai COVID-19

  • Kabinet Malaysia 2020

    Berita Harian X